banner 468x60

Survei: Ada 3 Tempat di Surabaya yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

 Kesehatan, Populer Post
banner 468x60

JawaPos.com – Angka pertambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur masih tertinggi di tanah air. Surabaya, menjadi episentrum dari penularan virus Korona. Mengapa angka kasus di Surabaya bisa tinggi seperti saat ini?

Sebuah survei pemetaan wilayah dilakukan oleh para ahli dan peneliti dari PERSAKMI dan IKA FKM Universitas Airlangga (Perhimpunan sarjana dan profesional kesehatan masyarakat indonesia Dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair). Survei ini juga sudah dipaparkan kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam survei terungkap tingkat ketidakpatuhan masyarakat Surabaya ditemukan di 3 tempat. Yakni pasar tradisional, warung makan, dan transportasi umum.

“Belum banyak warga Surabaya yang patuh pakai masker. Tempat umum pasar masih perlu intervensi. Supaya pengunjung patuh menggunakan masker Melakukan pengukuran suhu tubuh,” kata tim peneliti Hario Megatsari dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

“Ada 3 lokasi belum optimal. Pasar, tempat makan, transportasi. Ini perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Menurutnya, di lokasi tersebut protokol kesehatan harus tetap terjaga. Tak boleh ada kerumunan. Pasar dan tempat makan, hingga sarana pendidikan juga perlu dioptomalkan.

Hasil survei di Surabaya pusat dalam hal pemakaian masker di pasar tradisional, ketidakpatuhan masih di atas 50 persen. Lalu kemudian juga di tempat pendidikan dan warung makan.

“Di pasar juga tak patuh memeriksa suhu tubuh. Pasar tradisional juga tinggi ketidakpatuhannya mengukur suhu tubuh di atas 70 persen,” jelasnya.

Lalu di moda transportasi dan warung makan, ketidakpatuhan mencuci tangan di bawah 50 persen. Ketidakpatuhan terhadap Physical Distancing juga masih di atas 70 persen baik di sarana pendidikan dan tempat kerja.

Peneliti lainnya, Mursyidul Ibad mencontohkan begitu juga di sejumlah bagian Surabaya lainnya. Misalnya di Surabaya Timur.

“Surabaya timur misalnya di wilayah pabrik. Hasil survei menunjukkan pada ketidakpatuhan memakai masker. Pasar tradisional juga belum patuh pakai masker di atas 55 persen. Begitu juga di warung makan dan fasilitas umum, ini semua sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah agar menjadi masukkan untuk ke depan dioptimalkan,” tandasnya.

 

Survei: Ada 3 Tempat di Surabaya yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply